Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Mei 2013



Cerpen : Sebuah Permohonan



Awal cerita dimulai dari seorang gadis SMP yang baru lulus , anak itu manis , berambut panjang , lumayan pinter dan dari kalangan keluarga kurang mampu . Nina itu namanya , suatu ketika dia memberanikan diri untuk mendaftar ke suatu sekolah ternama yaitu SMA TUNAS HARAPAN . Walaupun kondisi orangtua kurang memungkinkan untuk membiayai dia sekoah  tapi nina tetap bersikeras untuk sekolah , ia percaya bahwa alah tidak akan pernah tidur jika melihat hamba-nya kesusahan . Keadaan itu meembuat orangtua nina menjadi sering bertengkar karena disatu sisi ayanya merasa kurang mampu untuk menyekolahkan nina , tapi disisi lain nina sangatlah ingin bersekolah . Hari pendaftaran tiba nina memberanikan diri langah demi langkah berjalan kaki menuju sekolah yang tidak jauh tersebut , biaya pendaftaran ia peroleh dari tabungan yang ia miliki diwaktu smp . Antrian panjang menguji kesabaran nina , disaat mengantri sosok laki-laki memakai jaket abu-abu , sepatu hitam agak kuning serta celana pensil membuat ia merasa penasaran ingin mengetahui wajahnya. Gionino atau nino panggilanyya seorang laki-laki  tampan , tinggi , agak putih serta dari kalangan orang mampu , dia adalah anak seorang polisi . Nina saat pertama kali melihat wajahnya seakan-akan ada rasa yang takpernah ia rasakan sebelumnya , tanpa sadar dalam benak nina berkata “ oh tuhan inikah first love atau cinta pertama “ dan setelah ada fikiran itu nina sadr sambil menampar pipinya sendiri sambil berkata “ Nina sadar .. dia itu gak cocok untuk kamu , dia kaya sedangkan kamu ya .. begitulah “ hal itu membuat nina berusaha untuk bisa melupakan nino. Hari pendaftaran selesai nina beranjak pulang . Dua hari setelah pendaftaran nina berusaha untuk tegar menerima semua hasil yang akan ia trima nanti dihasil pengumuman , jika memang hasil menyatakan tidak diterima maka nina akan berusaha untuk ikhlas , mungkin takdir sudah menakdirkan ia untuk tidak bersekolah , tapi hasil menyatakan  “ DITERIMA “ tanpa disengaja nina melompat
histeris saat  menerima hasil bahwa dirinya diterima disekolah tersebut . Kemudian setelah pengumuman ditempel semua siswa yang diterima harap berkumpul dikelas yang sudah ditempel pada dinding kelas masing-masing. Tak disangka-sangka SURPRISE … Nino cowok yang ditaksirnya tempo hari rupanya dia juga diterima dan satu kelas lagi waktu mengambil blangko-nya. Nina sangat senang , setelah blangko ia dapat pulanglah nina dengan membawa kabar gembira kepada kedua orangtua-nya . Ayahnya yang sebelumnya pesimis bahwa anaknya akan diterima akhirnya tertawa lebar mendengar kabar yang nina bawa. Pagi telah tiba nina mempersiapkan diri dengan baik untuk masuk sekolah dan mengikuti MOS ( Masa Orientasi Siswa ) , pada waktu itu semua siswa baru dikumpulkan dilapangan basket untuk  mengikuti upacara terlebih dahulu , setelah upacara selesai semua siswa diharapkan tidak bubar terlebih dahulu karena pembagian kelas akan dimulai , nama pertama Gionino …. Nina berkata “ haaah … Nino , itukan cowok yang dulu “ tidak terlintas dipikirannya untuk satu kelas dengan Nino , tapi takdir berkata lain nama Nina dipanggil , ninapun termenung taksadar kalau dirinya satu kelas dengan Nino. Saat dia sadar dia langsung melompat dengan hati berbunga-bunga karena akhirnya dia bisa satu kelas dengan Nino. MOSpun dimulai segala kegiatan telah dipersiapkan oleh para PENGURUS OSIS, hari pertama MOS nina sudah kena hukuman Karena dia tidak dapat menyebutkan 10 nama teman barunya , waktu itu dia menyebutkan nama GIO ? Ninopun berkata “ namaku Nino bukan Gio “ hal itu membuat Snina sedikit bete’ dan akibatnya Ninapun kena hukuman yang membuat merasa sangat malu , dimana Nina disuruh menirukan suara kucing , dengan terpaksa Ninapun berkata “ MEONG “ setelah kejadian itulah Nina sangat benci dengan kucing. Setelah beberapa bulan nina mulai akrab dengan nino dan ditambah nino sering meminjam buku catatan nina. Rasa itu masih ada dan masih sama seperti dulu saat pertama bertemu, sulit untuk nina dapat melupakan nino, tapi disisi lain nino sudah mempunyai pacar dan pacar-nya juga termasuk golongan orang kaya , mengetahui hal itu Nina merasa sangat tidak pantas menyukai seorang Nino ibarat Langit yang sangat jauh dengan Bumi , ditambah lagi nina mengetahui bahwa Nino termasuk golongan cowok playboy. Nina yang sebelumnya sangat membenci cowok playboy tapi entah mengapa tidak kalau pada Nino, ia tidak merasa benci atau ingin melupakan-nya justru Nina ingin merubah Nino menjadi cowok yang lebih baik lagi. Apalagi Nino selalu bercerita tentang pacar-pacarnya pada Nina , ya .. sedikit rasa cemburu pasti dirasakan oleh Nina. tapi ditutup-nya dengan senyuman serta nasehat untuk nino.
     Nina adalah tipe cewek yang jujur, apapun yang ia lakukan pasti ia ceritakan pada ibunya , termasuk rasa suka-nya kepada Nino , ibunya sangat menentang rasa suka yang dimiliki Nina kapada Nino. Karena ibu Nina tidak ingin sekolah Nina terganggu gara-gara rasa suka yang Nina rasakan dan disisi lain ibu-nya merasa minder karena laki-laki yang anaknya taksir tersebut jelas berbeda kalangan secara ekonomi. Setelah mendapat dari ibunya Nina merenungkan kata-kata yang ibu-nya ucapkan pada-nya sambil belajar untuk dapat melupakan Nino. Nina berfikir “ Lagi pula Nino mana mungkin suka sama aku, dilihat dari fisik juga ya….. beginilah “ dan juga Nino hanya menganggap aku sahabat dan gak lebih dari itu. Disetiap untaian Do’a yang Nina curahkan selalu terlontar Do’a “ allah berikan kemudahan bagi hambamu ini untuk dapat melupakan Nino seseorang yang hamba sayangi, hamba tak ingin mengecewakan orangtua hamba yang tidak menyetujui rasa yang hamba miliki ini “ mungkin bagi nina sangatlah susah untuk melupakan sosok Nino karena  Nina belum pernah merasakn yang namanya Cinta dan ia berharap Nino menjadi Cinta pertama dan terakhir bagi-nya.
Hari demi hari , Bulan demi bulan , Tahun demi tahun sudah berlalu, Nina sudah tubuh menjadi sosok cewek remaja dia sudah duduk dikelas XII dan akan segera lulus. Selama dua tahun pisah kelas dengan Nino dari kelas X ia masih belum bisa melupakan sosok Nino, rasa-nya dia ingin mengungkapkan perasaanya disisah waktu bahwa dia sangat mencintai Nino, walau orangtua-nya kurang setuju karena takut melihat Nina kecewa. Nina mendapatkan kejutan diakhir masa sekolah-nya, Nino menyatakan perasaan-nya pada Nina bahwa diri-nya mencintai Nina semenjak Nino merasa kehilangan sosok Nina disamping-nya saat 2thn beda kelas, Ninapun tanpa berfikir panjang langsung menerima tembakan Cinta dari Nino tanpa menghiraukan nasehat dari ibu-nya. Sepulang-nya Nina dirumah ia merasa takut untuk menceritakan kejadian yang ia alami tadi disekolah, namun bagi ibu-nya dengan raut wajah Nina yang tidak seperti biasanya senyum-senyum sendiri membuat ibu-nya bertanya-tanta “ Ada apa dengan anakku ?? ” Tidak menunggu lama terlontarlah sebuah pertanyaan dari mulut ibu Nina “ Nina kamu kenapa ? tidak biasanya kamu terlihat sangat senang seperti itu ? “ Ninapun yang sebelumnya berniat untuk tidak bercerita terlebih dahulu kepada ibu-nya, akhir-nya karena ibu-nya bertanya maka Ninapun menceritakan semua kejadian yang menyenangkan dan mengejutkan dirinya itu , “ Apa ibu ingat dengan Nino ? cowok yang aku suka sejak pertama daftar ? dia menyatakan perasaannya kalau dia suka dan Cinta sama aku bu “ sambil bercerita Nina juga meminta maaf karena lupa akan nasehat ibu-nya kepada Nina, ibu-nyapun yang pada awalnya kurang setuju, karena melihat anak-nya masaih mengingat akan nasehat yang beliau berikan walaupun Nina lupa pada waktu Nino menyatakn cinta, tapi ibu-nya memaklumi kalau Nina lupa, mungkin karena ini adalah cinta pertama-nya dan juga ia sangat bahagia maka dari Nina lupa.
 Akhir-nya ibu Ninapun menyetujui hubungan-nya dengan Nino. Semua berjalan dengan baik, tak lupa Nina berdo’a pada allah “ terima kasih ya allah akhirnya sedikit permohonanku dari dulu hingga sekarang engkau kabulkan “…. Nina dan Ninopun akhir-nya dapat menjalin hubungan dengan orangtua-nya masing-masing…….!!!! 
By : Novvi Puput Irwanti ( Novi Angelo )