Cerpen : Sebuah Permohonan
Awal cerita dimulai dari seorang gadis SMP
yang baru lulus , anak itu manis , berambut panjang , lumayan pinter dan dari
kalangan keluarga kurang mampu . Nina itu namanya , suatu ketika dia
memberanikan diri untuk mendaftar ke suatu sekolah ternama yaitu SMA TUNAS
HARAPAN . Walaupun kondisi orangtua kurang memungkinkan untuk membiayai dia
sekoah tapi nina tetap bersikeras untuk
sekolah , ia percaya bahwa alah tidak akan pernah tidur jika melihat hamba-nya
kesusahan . Keadaan itu meembuat orangtua nina menjadi sering bertengkar karena
disatu sisi ayanya merasa kurang mampu untuk menyekolahkan nina , tapi disisi
lain nina sangatlah ingin bersekolah . Hari pendaftaran tiba nina memberanikan
diri langah demi langkah berjalan kaki menuju sekolah yang tidak jauh tersebut
, biaya pendaftaran ia peroleh dari tabungan yang ia miliki diwaktu smp .
Antrian panjang menguji kesabaran nina , disaat mengantri sosok laki-laki
memakai jaket abu-abu , sepatu hitam agak kuning serta celana pensil membuat ia
merasa penasaran ingin mengetahui wajahnya. Gionino atau nino panggilanyya
seorang laki-laki tampan , tinggi , agak
putih serta dari kalangan orang mampu , dia adalah anak seorang polisi . Nina
saat pertama kali melihat wajahnya seakan-akan ada rasa yang takpernah ia
rasakan sebelumnya , tanpa sadar dalam benak nina berkata “ oh tuhan inikah
first love atau cinta pertama “ dan setelah ada fikiran itu nina sadr sambil
menampar pipinya sendiri sambil berkata “ Nina sadar .. dia itu gak cocok untuk
kamu , dia kaya sedangkan kamu ya .. begitulah “ hal itu membuat nina berusaha
untuk bisa melupakan nino. Hari pendaftaran selesai nina beranjak pulang . Dua
hari setelah pendaftaran nina berusaha untuk tegar menerima semua hasil yang
akan ia trima nanti dihasil pengumuman , jika memang hasil menyatakan tidak
diterima maka nina akan berusaha untuk ikhlas , mungkin takdir sudah
menakdirkan ia untuk tidak bersekolah , tapi hasil menyatakan “ DITERIMA “ tanpa disengaja nina melompat
histeris
saat menerima hasil bahwa dirinya
diterima disekolah tersebut . Kemudian setelah pengumuman ditempel semua siswa
yang diterima harap berkumpul dikelas yang sudah ditempel pada dinding kelas
masing-masing. Tak disangka-sangka SURPRISE … Nino cowok yang ditaksirnya
tempo hari rupanya dia juga diterima dan satu kelas lagi waktu mengambil
blangko-nya. Nina sangat senang , setelah blangko ia dapat pulanglah nina
dengan membawa kabar gembira kepada kedua orangtua-nya . Ayahnya yang
sebelumnya pesimis bahwa anaknya akan diterima akhirnya tertawa lebar mendengar
kabar yang nina bawa. Pagi telah tiba nina mempersiapkan diri dengan baik untuk
masuk sekolah dan mengikuti MOS ( Masa Orientasi Siswa ) , pada waktu itu semua
siswa baru dikumpulkan dilapangan basket untuk
mengikuti upacara terlebih dahulu , setelah upacara selesai semua siswa
diharapkan tidak bubar terlebih dahulu karena pembagian kelas akan dimulai ,
nama pertama Gionino …. Nina berkata “ haaah … Nino , itukan cowok yang dulu “
tidak terlintas dipikirannya untuk satu kelas dengan Nino , tapi takdir berkata
lain nama Nina dipanggil , ninapun termenung taksadar kalau dirinya satu kelas
dengan Nino. Saat dia sadar dia langsung melompat dengan hati berbunga-bunga
karena akhirnya dia bisa satu kelas dengan Nino. MOSpun dimulai segala kegiatan
telah dipersiapkan oleh para PENGURUS OSIS, hari pertama MOS nina sudah kena
hukuman Karena dia tidak dapat menyebutkan 10 nama teman barunya , waktu itu
dia menyebutkan nama GIO ? Ninopun berkata “ namaku Nino bukan Gio “ hal itu
membuat Snina sedikit bete’ dan akibatnya Ninapun kena hukuman yang membuat
merasa sangat malu , dimana Nina disuruh menirukan suara kucing , dengan
terpaksa Ninapun berkata “ MEONG “ setelah kejadian itulah Nina sangat benci
dengan kucing. Setelah beberapa bulan nina mulai akrab dengan nino dan ditambah
nino sering meminjam buku catatan nina. Rasa itu masih ada dan masih sama
seperti dulu saat pertama bertemu, sulit untuk nina dapat melupakan nino, tapi
disisi lain nino sudah mempunyai pacar dan pacar-nya juga termasuk golongan
orang kaya , mengetahui hal itu Nina merasa sangat tidak pantas menyukai
seorang Nino ibarat Langit yang sangat jauh dengan Bumi , ditambah lagi nina
mengetahui bahwa Nino termasuk golongan cowok playboy. Nina yang sebelumnya
sangat membenci cowok playboy tapi entah mengapa tidak kalau pada Nino, ia
tidak merasa benci atau ingin melupakan-nya justru Nina ingin merubah Nino
menjadi cowok yang lebih baik lagi. Apalagi Nino selalu bercerita tentang
pacar-pacarnya pada Nina , ya .. sedikit rasa cemburu pasti dirasakan oleh
Nina. tapi ditutup-nya dengan senyuman serta nasehat untuk nino.
Nina adalah tipe cewek yang jujur, apapun
yang ia lakukan pasti ia ceritakan pada ibunya , termasuk rasa suka-nya kepada
Nino , ibunya sangat menentang rasa suka yang dimiliki Nina kapada Nino. Karena
ibu Nina tidak ingin sekolah Nina terganggu gara-gara rasa suka yang Nina
rasakan dan disisi lain ibu-nya merasa minder karena laki-laki yang anaknya
taksir tersebut jelas berbeda kalangan secara ekonomi. Setelah mendapat dari
ibunya Nina merenungkan kata-kata yang ibu-nya ucapkan pada-nya sambil belajar
untuk dapat melupakan Nino. Nina berfikir “ Lagi pula Nino mana mungkin suka
sama aku, dilihat dari fisik juga ya….. beginilah “ dan juga Nino hanya
menganggap aku sahabat dan gak lebih dari itu. Disetiap untaian Do’a yang Nina
curahkan selalu terlontar Do’a “ allah berikan kemudahan bagi hambamu ini untuk
dapat melupakan Nino seseorang yang hamba sayangi, hamba tak ingin mengecewakan
orangtua hamba yang tidak menyetujui rasa yang hamba miliki ini “ mungkin bagi
nina sangatlah susah untuk melupakan sosok Nino karena Nina belum pernah merasakn yang namanya Cinta
dan ia berharap Nino menjadi Cinta pertama dan terakhir bagi-nya.
Hari
demi hari , Bulan demi bulan , Tahun demi tahun sudah berlalu, Nina sudah tubuh
menjadi sosok cewek remaja dia sudah duduk dikelas XII dan akan segera lulus. Selama
dua tahun pisah kelas dengan Nino dari kelas X ia masih belum bisa melupakan
sosok Nino, rasa-nya dia ingin mengungkapkan perasaanya disisah waktu bahwa dia
sangat mencintai Nino, walau orangtua-nya kurang setuju karena takut melihat
Nina kecewa. Nina mendapatkan kejutan diakhir masa sekolah-nya, Nino menyatakan
perasaan-nya pada Nina bahwa diri-nya mencintai Nina semenjak Nino merasa
kehilangan sosok Nina disamping-nya saat 2thn beda kelas, Ninapun tanpa
berfikir panjang langsung menerima tembakan Cinta dari Nino tanpa menghiraukan
nasehat dari ibu-nya. Sepulang-nya Nina dirumah ia merasa takut untuk
menceritakan kejadian yang ia alami tadi disekolah, namun bagi ibu-nya dengan
raut wajah Nina yang tidak seperti biasanya senyum-senyum sendiri membuat ibu-nya
bertanya-tanta “ Ada
apa dengan anakku ?? ” Tidak menunggu lama terlontarlah sebuah pertanyaan dari
mulut ibu Nina “ Nina kamu kenapa ? tidak biasanya kamu terlihat sangat senang
seperti itu ? “ Ninapun yang sebelumnya berniat untuk tidak bercerita terlebih
dahulu kepada ibu-nya, akhir-nya karena ibu-nya bertanya maka Ninapun
menceritakan semua kejadian yang menyenangkan dan mengejutkan dirinya itu , “
Apa ibu ingat dengan Nino ? cowok yang aku suka sejak pertama daftar ? dia
menyatakan perasaannya kalau dia suka dan Cinta sama aku bu “ sambil bercerita
Nina juga meminta maaf karena lupa akan nasehat ibu-nya kepada Nina, ibu-nyapun
yang pada awalnya kurang setuju, karena melihat anak-nya masaih mengingat akan
nasehat yang beliau berikan walaupun Nina lupa pada waktu Nino menyatakn cinta,
tapi ibu-nya memaklumi kalau Nina lupa, mungkin karena ini adalah cinta
pertama-nya dan juga ia sangat bahagia maka dari Nina lupa.
Akhir-nya
ibu Ninapun menyetujui hubungan-nya dengan Nino. Semua berjalan dengan baik,
tak lupa Nina berdo’a pada allah “ terima kasih ya allah akhirnya sedikit
permohonanku dari dulu hingga sekarang engkau kabulkan “…. Nina dan Ninopun
akhir-nya dapat menjalin hubungan dengan orangtua-nya masing-masing…….!!!!
By : Novvi Puput Irwanti ( Novi Angelo )
sebuah kisah nyata :(
BalasHapus